Selasa, 11 Desember 2018

Cerpen tentang Nasionalisme


Terpatri pada Negeri

“Bayuuu,bangun nak sudah adzan”. Suara lembut Rosita membuat Bayu tersadar dari lelap tidur siangnya. Rosita adalah Ibunda Bayu yang merupakan mantan atlet karate nasional. Bayu sejak masuk Sekolah Dasar sudah ditempa dengan latihan-latihan rutin tiap hari oleh Ibundanya. Ya,Bayu kecil memang sudah disiapkan untuk menjadi atlet nasional menggantikan Ibunya, Setiap sore Bayu rutin latihan dibelakang rumah, “Perhatikan Kuda-kuda Bunda, hari ini kuda-kudanya harus sempurna,kalau belum sempurna belum boleh istirahat “ tegas Ibunda. Bayu kecil memang sudah memiliki bakat karate yang diwariskan dari DNA Ibunda, ditambah dengan latihan rutin setiap hari. Bayu kecil sudah sering juara lomba karate tingkat provinsi bahkan Nasional.
Nama Bayu semakin dikenal seiring dengan prestasi yang sudah ditorehkannya dari nomor cadet dan junior, Namanya sangat disegani khususnya untuk Provinsi Jawa Barat, Pada tahun 2012 Bayu dipercaya PB FORKI Jawa Barat untuk mewakili daerah dalam Kejuaraan Nasional di level U-21. Bayu bertanding melawan Karateka dari seluruh Indonesia, Di final Bayu bertemu dengan Awan yang merupakan Karateka wakil dari Lampung.Setelah mendapat perlawanan yang sangat sengit akhirnya Bayu keluar sebagai pemenang pada Kerjurnas 2010.
Perjalanan karir yang hampir sempurna untuk seorang atlet muda seperti Bayu, Berkat kemenangan di Kejurnas akhirnya Bayu terpilih sebagai wakil Indonesia pada Kejuaraan Karate Asia nomor Cadet tahun 2012, Selama 2 tahun waktu yang dimiliki Bayu untuk mematangkan skill dan tekniknya untuk persiapan Kejuaraan Asia, Berbagai pemusatan latihan dijalani oleh Bayu.Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang. Bayu beserta rombongan datang ke Uzbekistan mengikuti Kejuaraan Karate Asia. Babak Penyisihan dapat dilewati Bayu dengan sempurna, Namun kejadian tak terduga dialami Bayu pada pertandingan perempat final melawan karateka dari Jepang. Bayu menerima pukulan telak mengenai dagunya yang membuat Bayu terpelanting. Pelatih dan medis berlari kearah Bayu yang tak sadarkan diri dan langsung dilarikan kerumah sakit.
“Mohon maaf Pak, Bayu tidak bisa melanjutkan pertandingan, Dia mengalami cedera leher yang cukup serius, yaitu Whiplash Injury akibat gerakan leher secara tiba-tiba yang melebihi gerak normal leher, Saya memperkirakan Bayu harus istirahat penuh selama satu tahun”tegas dokter. Akhirnya setelah 2 hari Bayu tak sadarkan diri mendapati gips pada lehernya.Setelah pelatih menceritakan cedera yang dialaminya Bayu tidak dapat membendung air matanya, Dia menangis sejadi-jadinya, khawatir akan karirnya sebagai atlet akan selesai diusia yang semuda ini.
3 hari kemudian Bayu beserta tim dipulangkan ke Indonesia, Cedera yang dialaminya mengharuskan Bayu mengikuti terapi selama 6 bulan untuk pemulihan, Tim fisioterapis dan keluarga memberikan support yang luar biasa, Hal itu cukup memberikan suntikan semangat bagi Bayu untuk pulih total, Setelah berjalan 3 bulan Bayu merasakan hal yang janggal yaitu Dia merasakan lehernya tidak bisa diluruskan seperti normal dan juga selama pemulihan ini tak ada satupun tim pelatih atau pengurus besar karate yang datang menengoknya. Pikiran-pikiran liar Bayu mulai muncul satu persatu dikepala.
 “ Dok, kok leher saya gak bisa dilurusin?’ Tanya Bayu sendu.
“ Ia,sabar sebentar lagi bisa normal kok.” Jawabnya sambil tersenyum. Tak lama setelah itu Dokter menatap Rosita sambil menjulurkan kepalanya kedepan memberi kode untuk keluar ruangan. “ Ibu belum memberi tahu Bayu tentang cederanya?”Tanya Dokter.”Belum Dok,Saya gaksanggup hati bilangnya” Bisik Rosita lirih. Setelah beberapa hari kemudian, akhirnya Rosita berterus terang perihal cedera yang dialami Bayu, Tulang leher Bayu mengalami dislokasi permanen sehingga lehernya tidak bisa diluruskan kembali dan sulit untuk digerakkan, Berita itu juga menegaskan bahwa karir atlet Bayu telah berakhir.
Hal itu membuat Bayu sangat terpukul, Bayu sangat marah karena keadaan,merasa diri tidak berguna, Hatinya pada saat hari itu hanya dipenuhi amarah dan penyesalan. Terlebih karena jasanya sebagai atlet Nasional yang mengharumkan nama bangsa yang tidak dianggap, Bayu merasa ditinggalkan oleh Negaranya, Merasa tidak dihargai, Teriakan emosi dan mengurung diri adalah satu-satunya pelampiasan Bayu. Jiwa Nasionalisme yang sangat kuat seperti yang dimiliki atlet dalam sekejap telah lenyap dan berubah menjadi benci,tidak peduli bahkan Bayu merencakan untuk mencari kerja diluar negeri dan melepas kewarganegaraannya.
Kekecewaan Bayu sudah sangat menjadi-jadi, Bayu mengemas baju karatenya dan seluruh medali yang Ia dapat dari kejuaraan karate, Bayu bergegas menuju Kemenpora untuk mengembalikan seluruh penghargaan yang telah ia anggap sebagai penyesalan, Nostalgia dan air mata kesedihan yang tertahan di mata yang mengiringi perjalanan Bayu, “ Prakkk, lamunan Bayu tiba-tiba terhenti karena motornya menabrak mobil didepannya,kejadiannya tepat terjadi di depan gedung Kemenpora. Setelah menabrak, Bayu terjatuh dan tertimpa motor dan baju serta medali-medali yang dibawa oleh Bayu beberapa berhamburan keluar dari tote bag. Beberapa orang turut membantu,termasuk pemilik mobil. Setelah turun dari mobil wanita ini menjadi berubah menjadi pusat perhatian menggantikan Bayu yang sedang terjatuh, Wanita itu adalah Susy Susanti, legenda bulutangkis Nasional yang sangat dikenal dan dicintai masyarakat.
Bayu hanya mendapati luka goresan di tangannya dan sedikit memar dituntun keruang kesehatan Kemenpora. Sementara itu Susy Susanti mengambil dan merapikan medali yang berserakan dijalan dan mengambilnya.
”Kamu gak papa?” tanya Susy.
“ Ia gak apa cuma memar sedikit,Saya mohon maaf Bu Susy saya melamun dan gak liat jalan” jawab Bayu sambil meraih tangan Susy Susanti
“ Ini medali dan bajunya, Medalinya banyak banget,Kamu pasti atlet hebat ya, mau dibawa kemana medalinya? “tanya Susi
Pertanyaan itu membuat Bayu menceritakan semuanya,mulai dari kejayaan karirnya sampai kekecewaan yang mendalam yang dialaminya,Hal itu Bayu luapkan didepan legenda bulutangkis Nasional Susy Susanti.
Setelah Bayu selesai dengan cerita kekecewaannya Susy tersenyum dalam penuh makna kepada Bayu dan berkata.
“Dulu Mei 1998, Saya membela Indonesia di Hongkong pada ajang Piala Uber, Keluarga saya terancam, rumah saya hancur pada kerusuhan itu padahal Saya sedang membawa Nama Indonesia didada, Kita sudah berjuang,itu membuat Kita lebih Nasionalis dibandingkan orang yang teriak cinta Indonesia tapi tak pernah berbuat apapun untuk Negara, Saya bangga sama kamu Bayu, Indonesia butuh orang seperti kamu”.
Mendengar cerita Susy membuat Bayu tak tahan menahan air mata, Bayu menangis sejadi-jadinya, Bayu merasa malu kepada Susy karena dengan mudahnya kehilangan cintanya kepada Negeri. Pada hari itu jiwa Nasionalisme Bayu bangkit kembali seperti dahulu bahkan lebih tinggi,Rasa bangga menjadi warga Indonesia selalu terselip disalah satu ruang dihatinya. Tahun demi tahun terlewati, tibalah tahun 2018 dimana Indonesia menjadi Tuan Rumah Asian Games, Momen langka itu tidak disia-siakan oleh Bayu sebagai bentuk cinta dan bangganya pada Indonesia, Bayu mendaftarkan diri sebagai relawan Asian Games 2018, karena menurutnya membantu negerimu dalam hal sekecil apapun merupakan bentuk cintamu pada negeri ini.

Kamis, 17 Mei 2018

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut